Pages

Selasa, 24 Desember 2013

HANGOUT YANG MENGENASKAN # PART 02

Sebenarnya cerita ini ngak beda jauh dengan cerita part yang pertama, namun disini gue sang gadis jenaka sebagai penulis sekaligus tokoh dalam cerita ini. Mengisahkan tentang pengalaman hangout gue dengan keluarga. Yah pastinya dikemas dengan cerita yang agak nyeleneh, humor yang membuat pembaca cerpen ini baik dari makhluk nyata maupun makhluk halus tersenyum jijik sambil sedikit cepirit kalo baca cerpennya #hehay,, langsung aja biar cepet,,, check ki doot bayi J

           
            Kala itu hari mulai pagi dan menunjukkan pukul 6 pagi jam weker pun berbunyi menandakan gue harus segera bangkit dari kubur, ehh emangnya gue kuntilanak,,, maksudnya bangkit dari tempat peristirahatan. Hal yang pertama kali gue lakukan setelah bangun adalah ngegulet manja dikasur dan menggeliat seksi sambil ngusap muka dengan kaki. Yah seperti biasa setiap minggu pagi, seluruh keluarga gue ngumpul ditambah dengan beberapa keponakan gue yang berkunjung meminta jatah coklat mereka ke gue.


            Pagi itu  gue tepatnya papa gue berencana untuk hangout bersama ke sebuah tempat wisata di daerah bandung. Ehhh,,, ditepis pendapat papa gue oleh mama,, dia bersabda “papa jangan ke bandung pasti macet deh, mendingan kita ke mall shopping” lalu papa gue berfirman sambil menggoroh-goroh lubang idungnya “oalah ke mall mulu (pernyataan tersebut diulang hingga 100X ) papa bosen papa ingin suasana lain yang lebih asri, sejuk dan sexy” (seketika tepuk tangan pun bergelora di ruang keluarga gue). singkat cerita akhirnya kami semua memutuskan dengan menggunakan hak vote masing-masing untuk menerima usulan papa pergi ke bandung.


            Segera dengan sigap seluruh anggota keluarga gue menyiapkan sesuatu yang diperlukan untuk piknik, maklum hal ini jarang terjadi ketika papa mengajak seluruh anggota keluarga untuk hangout bareng ditambah dengan keponakan-keponakan gue yang imut dan amit” ikut serta dalam panggelaran akbar ini. Seketika suasana gaduh, riuh, panas membara menggelora didalam rumah karena kerempongan mama gue yang menyiapkan segalanya ditambah lagi dengan aroma ikan yang gosong merebak diseluruh ruangan. Syudalah tak dapat terbayangkan gimana kekacauan yang terjadi.

            Gue sendiri bergegas menyiapkan segala keperluan mulai dari makanan, snack, softdrink, pakaian ganti sampai pakaian dalam gue kemas di kooperbag. Yang paling penting adalah kamera maklum keluarga gue termasuk keluarga yang berjenis ‘narsismeaeopiolic’(sejenis manusia yang mengidap virus narsis tingkat akut) berdarah abu-abu dan bermuka nanar. Suara panggilan terdengar dari luar ruangan  menandakan gue harus keluar dan bergegas untuk pergi. Dan ternyata benar semua keluarga gue udah ngumpul di mobil tinggal gue doang yang belum masuk ke mobil.

            Mobil pun melaju dikendarai oleh seorang pria setengah baya bertubuh sedang dengan potongan rambut mendekati botak yaitu ‘om War’ sebutanya, biasa dipanggil ‘mawar’. Ditengah perjalanan tiba-tiba mobil berjalan tidak stabil seperti menandakan bahwa mobil akan mogok dan ‘jeng,,jeng,,jeng,jeng,’ ternyata benar mobil pun mogok di persimpangan jalan. Seketika semua makhluk yang ada di dalam mobil tersebut panik dan berusaha mengabadikan ekspresi mereka dengan kamera yang dibawanya.

            Papa bergegas keluar untuk mencari tempat parkir, lalu om War bergegas mencari pom bensin terdekat setelah memarkirkan mobilnya. Sementara itu, makhluk lainnya yang berada didalam mobil sibuk dengan berbagai pose foto untuk mengabadikan moment tersebut. Setelah menunggu beberapa abad,, maksudnya beberapa menit akhirnya om ran dengan gembira membawa setangki bensin sambil berseru “berhasil,,berhasil,,berhasil,, hore” kamipun melanjutkan perjalanan dengan penuh kenarsisan.

            Singkat cerita kami tiba di tempat wisata yang kami tuju yaitu wisata air panas ciater, bandung jawa barat. Segera ku keluar dan mengeluarkan apa yang bisa dikeluarkan. Papa bergegas mencemplungkan kakinya ke dalam air panas dan mama seperti biasa tertarik dengan toko souvenir yang ada disana, sementara gue tertarik dengan beberapa cowok-cowok bandung berkulit putih serta berhidung mancung dan penyet yang berseliweran di pandangan mata gue.

            Setelah kami melakukan aktivitas masing-masing, waktu menunjukkan jam makan siang gue beserta keluarga bergegas mencari tempat makan yang tepat. Ditengah mencari tempat makan ternyata tanpa disadari salah seorang dari keponakan gue terpencar dari rombongan. Aduhhh betapa panik dan narsisnya kami semua. Seluruh keluarga dengan mengerahkan bantuan tim bergegas mencari keponakan gue yang tersesat. Ditengah-tengah pencarian gue melihat sosok anak kecil duduk termenung sambil menggoroh lubang hidungnya. Tanpa pikir panjang ‘emang males mikir, maksudnya’ gue langsung menghampiri anak itu dan tanpa disangka itu dia keponakan gue, dalam hati alhamdulillah ketemu untung gk ditemuin agency artis lu, coba kalo iya gue bisa kesaing untuk jadi artis.

            Tanpa pikir panjang gue bawa keponakan gue ke anggota lainnya dan semua bersorak gembira sambil bergoyang bang jali bersama secara serentak. Akhirnya kami berkumpul bersama menikmati hidangan yang telah kami persiapkan sebelum berangkat. Tanpa terasa hari sudah menujukkan waktu senja dan kami bergegas untuk menuju tempat parkir untuk mencari mobil dan segera pulang ke rumah masing-masing ‘bagi yang punya rumah’….

            Itulah cerita gue dan keluarga gue saat liburan memang sedikit nyeleneh dan cenderung aneh tapi maksud gue cuma mengsharing pengalaman gue. semoga terhibur. see you J

Cap jempol



ISTI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar