Pages

Senin, 17 Februari 2014

## Truly Comedy

UNDERESKRIMATE

            Ditengah-tengah gue menulis cerita ini gue bingung membuat judul yang menarik dan sesuai dengan konsep tulisan gue. waktu itu gue lagi kepingin banget eskrim yang dijual disalah satu café yang berada di salah satu mall di Jakarta pusat karena cuaca yang tidak mendukung, gue urungkan niat gue untuk membeli eskrim tersebut karena keinginan membeli eskrim yang tertunda akhirnya gue beri judul tulisan gue kali ini dengan judul (sound effect,,,jengjengjengjengjengjeng) “undereskrimate”. sebenarnya tulisan gue kali ini menceritakan salah satu moment paling absurd yang pernah gue alami sebagai manusia.

            Waktu itu, sebelum gue menjelma sebagai manusia seutuhnya seperti saat ini, yah seinget gue saat itu usia gue masih 7tahun, mama gue yang cantik dan sexy mendaftarkan gue untuk mengikuti kontes menyanyi yang diadakan disekolah gue. dengan tersentak mampus saking tersentaknya gue loncat dengan kagetnya dan tanpa sadar gue udah diatas genteng rumah gue dalam posisi nungging. alhasil gue gak bisa turun dari atas genteng dengan sigapnya mama gue yang cantik dan sexy memanggil regu tim SAR untuk menolong gue untuk turun dari atas genteng. Loh kok jadi ngelantur ceritanya,,,,,

            Lanjut, back to real story, sebenarnya gue kurang pede dengan kemampuan gue menyanyi, ‘lebih pantes sih gue ikut kontes berkicau dibanding menyanyi, lah emang gue burung perkutut’ dengan keinginan mama gue, akhirnya gue mengiyakan permintaan mama gue yang agak sedikit memaksakan. Sebelum hari-H kontes menyanyi itu dimulai. gue mempersiapkan diri dan mental gue dengan berbagai latihan, baik itu latihan fisik, suara sampai ke latihan debus gue udah jalani demi keinginan mama gue itu. Waktu itu pelatih nyanyi gue adalah kak tasya yah dia anaknya temen arisan mama gue orangnya sih cantik (sambil nunjukkin muka sinis) dan memiliki suara yang lumayan bagus menurut gue. dia diminta oleh mama gue untuk mengajarkan putri cantik dan imutnya ini untuk melatih benyanyi.

            Pada keesokan harinya,“yah sebelum bernyanyi coba tentukan nada dasar dulu yah manis” ujar kak tasya kepada gue, dalam hati menggerutu “nada dasar itu apa yah (masang muka polos) gue gak ngerti”,, “coba do,,re,,mii,fa,,” dengan memencet piano dia menyuruh gue mengeluarkan suara aneh itu dan gue pun mengikuti “ doeee,, rehhhk,, miehhh (tiba-tiba keselek kutu) akhhhh”,, “kamu kenapa ayo coba pelan-pelan yah sayang” ujarnya
Gue coba sekali lagi “doerr, miekkh,, pfakk,”,, “bukan doerrr sayang tapi do,” ujarnya sambil mengajari gue nada dasar, dengan sabar dan setengah mampus dia mengajari gue teknik dasar menyanyi.

             Hingga akhirnya dia menyerah sendiri,, dia mengatakan kepada mama gue “maaf bu saya sudah tak sanggup mengajarkan anak ibu menyanyi lagi,, saya nyatakan berhenti,,” “lho ko, kenapa, ehh jangan berhenti dulu dong,, ehh mau kemana” guman mama kepada kak tasya, sambil menahannya untuk tidak meninggalkan rumah gue. dan akhirnya kak tasya tak tahan dan dia meninggal,, ehh maksudnya meninggalkan kediaman gue entah kemana perginya.

            “yahsudahlah, kalo ngak ada yang mengajari kamu menyanyi mama akan turun tangan langsung untuk melatih vokal kamu. Mau ngak kamu!!!!?”gumam mama,,
“apaaaaa!!!( dengan muka nestapa)” gue dengan terpaksaa menyanggupi permintaan mamaa.”. “untuk latihan pertama, kamu gak usah nentuin nada dasar apalagi not balok atau mecahin bongkahan balok gak usah nak,, ayo coba kamu panggil tukang ketoprak yang lewat didepan rumah itu untuk berhenti dengan menggunakan tinggi vokal  4oktaf” ujar mama “banggggggg beli ketorprakkkk weuiiii satu gerobak!!,, eh slahh satu bungkus bang”teriak gue,, tiba-tiba terjadi gempa sesaat di daerah Jakarta “good job baby” sahut mama “ehh buseettt suara apa tu yaaa. Kenceng amet” sahut tukang ketoprak “suara saya ituhh bang” gumam gue “dibungkus apa di piring dek, cabenya berapa?” tanya tukang ketoprak ke gue “dipiringggg (dengan vocal 4 oktaf),, cuabeeenya saaaatuuu banggg” jawab gue “dekkk abang kagak budek gak usah pake teriak juga kali dek” gumam tukang ketoprak pada gue.“saya lagi latihan vokal bang, buat pentas nyanyi besok” gue membalas

            Singkat cerita, hari-H kontes menyanyi dimulai dengan sibuk mama yang super rempong mendandani gue supaya terlihat cetar saat di panggung nanti. Dengan baju dress pink dan dilengkapi dengan assesoris bando kupu-kupu malam diatas kepala gue yang menambah pesona gue sebagai anak umur 7 tahun yang cantik,imut dan sexy kala itu.
“huahhh mama,mama,mama aku nervous nih,, aku kepengen mati aja mah”gumam gue
 “ehh jangan mati dong please deh ahh,, nanti mama gak punya anak kaya kamu lagi dong,, ayo entar kalo kamu menang mama ajak kamu ke kebun binatang,, kita liat papa disana,, ehhh maksudnya mama, liat binatang lucu disana” mama membalas gumaman gue “mama kacau nih, moso papa dikebun binatang kan papa orang yang paling keren yang pernah aku punya,, tapi gimana aku nervous mah” sahut gue “ayo coba tarik nafas keluarin,, tarik nafas, keluarin ehh tapi hati-hati dengan cepiritmu itu yah nak”ajak mama agar gue mengikuti apa yang disuruhnya.

            “emhhh,,huahh,,emhhh,huahhh” gue mengikuti perintah mama,, yah next kontestan  “ISTIIIII” “ehh udah ayoh cepet siap-siap nama kamu udah dipanggil”sahut mama, akhirnya gue maju keatas panggung, sementara itu dibawah panggung, mama sibuk mengumpulkan makanan yang ada didalam box makanan yang disediakan oleh panitia acara. “ayo mulai nyanyi yah nak” sahut salah seorang panitia, saat itu gue menyanyikan lagu anak-anak yang berjudul kasih ibu sepanjang masa, dengan penuh percaya diri setengah sekarat, gue menyanyikan bait demi bait lagu itu.

            Ditengah-tengah lagu, gue mengalami lupa lirik alhasil gue bingung, ditengah kebingungan gue mendengar suara sumbang dari bawah panggung “alahh paling dia gak bisa nerusin lagunya huhhh kalah,, dah paling kalah, dia gak mungkin ngalahin gue”suara sumbang salah satu saingan gue “huahh gue dengan sok belagunya menantang dia duel. emang sih dengan badan gue yang seksi cenderung kaya babi bunting ini, gak mungkin gue bisa naklukin dia dan saat ini adalah moment yang tepat buat nunjukkin  kalo gue juga bisa” gumam gue sambil menggerutu dalam hati.

            Akhirnya gue membuktikan beberapa pendapat orang yang meng-uderestimate-kan gue bahwa gue juga bisa nyanyi walaupun suara gue gak sebagus Raisa ‘kalo penyanyi sekarang’ yang triakannya aja bisa menjadi backsound iklan salah satu produk shampoo, sementara triakan gue bisa menjadi salah satu backsound orang tawuran. Back to real story, akhirnya result diumumkan oleh tiga orang juri, dengan dakdigdug gue mendengarkan hasil keputusan , satu persatu kontestan gugur dan nama gue disebut “yah baik keputusannya adalah istii lolos sebagai pemenang kontes menyanyi kali ini” sahut salah seorang panitia, “gw gak tau apa yang terlintas dibenak juri-juri itu, kenapa gw bisa jadi pemenangnya dan sampai sekarang gw bingung kenapa gw bisa menang” dan akhirnya serentak tepuk tangan menggelora diseluruh ruang, sementara itu mama gue dengan semangat riang gembira memeluk tubuh gue dengan erat dan menyambar hadiah uang tunai dengan cepat yang diberikan oleh salah satu koordinator acara. Akhir acara kami semua berfoto-foto bersama diatas panggung, gue dan mama gue yang termasuk dalam golongan keluarga ‘narsismeaeopiolic’ (narsis tingkat malaikat) berpose dengan sexy diatas panggung bersama para kontestan dan panitia lainnya.
                                                           
#END#


COMING SOON:
TANPA JUDUL

            gile bener, akhirnya selesai juga tulisan ini, setelah sekian abad gue buat dengan penuh penghayatan lahir dan batin dan dibantu
beberapa paranormal kondang akhirnya netes juga huahhhhh lega rasanya. memang sulit menyelesaikan tulisan ini ditambah lagi dengan kesibukan gue sebagai manusia setengah amoeba yang kadang menjelma sebagai kutu kupret merah jambu. seringkali,,,,
         

          Tulisan ini berbeda dengan beberapa tulisan yang pernah gue posting sebelumnya, tetep dengan konsep komedi slengean khas abg cabe-cabean. Yang bakal bikin buat loe berhenti bernafas jika loe baca ceritanya, apa dan bagaimana kelanjutan ceritanya nantikan,,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar