Pages

Sabtu, 27 April 2013

OBJEK WISATA SUKABUMI, BANDUNG


            Kabupaten Sukabumi terletak lebih kurang 120 Km dari Jakarta atau sekitar dua setengah jam perjalanan dengan mobil pribadi. Tempat ini sangat mudah dicapai dari Jakarta, Bogor dan Bandung. Sukabumi memiliki wisata yang beraneka ragam, mulai dari wisata laut, pantai sampai wisata gunung. Beberapa obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan, yaitu:

Wisata Pantai

            Sukabumi memiliki bentangan Pantai sepanjang 117 km, di antaranya Pantai Cibangban yang berjarak 17 km dari Pala-buhanratu. Pantai ini sangat indah karena memiliki ketenangan pantai bila dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang berada di Palabuhanratu, serta ditunjang oleh lingkungan panorama keindahan alam yang luar biasa. Keindahan Pantai Palabu-hanratu akan lebih menakjubkan bila disaksikan sore hari saat terbenamnya matahari, terlebih pada waktu bulan purnama. Untuk dapat menyaksikan panorama sunset ini bisa dilihat dari pantai Karang Hawu. Untuk penginapan, disepanjang pantai ini banyak tersedia penginapan yang menawarkan berbagai fasi-litas, salah-satunya adalah Inna Samudra Beach Hotel.

Surfing

            Palabuhan ratu memiliki banyak pantai dengan ombak yang sangat cocok untuk melakukan kegiatan selancar, antara lain Pantai Cimaja, Pantai Ombak Tujuh dan beberapa pantai lainnya. Kegiatan ini dapat dilakukan baik pagi maupun sore hari, karena angin yang terbaik untuk melakukan selancar biasanya mulai bertiup dari pukul sebelas pagi sampai dengan pukul empat sore. Biasanya musim yang terbaik untuk melaksakan kegiatan selancar adalah pada bulan Mei sampai Oktober. karang Hawu yang biasanya disebut memiliki pemandangan matahari terbenam yang indah, juga merupakan tempat selancar yang baik. Letaknya kurang lebih 2 km dari Cimaja, sedangkan di sebelah timur Cimaja terdapat Karangsari dengan ombak tidak terlalu besar merupakan tempat yang sangat cocok bagi pemula.

Arung Jeram

            Sukabumi memiliki banyak sungai, di antaranya ada beberapa sungai yang sudah sangat terkenal dengan kegiatan arung jeram, seperti Sungai Citarik yang berada kurang lebih 30 Km dari Kota Sukabumi, sungai ini memiliki alur jeram terbaik dan mempunyai alur yang berliku-liku ke bawah dari gunung Halimun hingga kepesawahan dengan pemandangan hutan yang sangat indah dari kiri kanannya. Sungai lainnya yang biasa juga dipakai untuk Arung Jeram adalah sungai Cicatih dan sungai Cimandiri.

Wisata Cangkuang

            Wana Wisata Cangkuang merupakan obyek Wisata KPH Sukabumi yang memberikan nuansa alam yang khas di lereng Gunung Salak. Terletak dilereng Gunung Salak Desa Cidahu Kabupaten Sukabumi, dengan suasana alam yang segar dan alami sehingga memberikan suasana kesejukan dan ketenangan, sehingga sangat cocok untuk rekreasi keluarga, pelajar dan karyawan. Selain itu Wana Wisata Cangkuang juga sangat cocok untuk melaksanakan meeting perusahaan. Untuk pelajar dan pengunjung yang interest terhadap wisata petualangan pengelola telah menyiapkan camping ground dan hiking track untuk mencapai Kawah Ratu dan Air Terjun Dua Undak.

Wisata Cipelang

            Obyek Wisata Cipelang merupakan obyek wisata yang menawarkan suasana alam pegunungan dengan karakteristik yang khas, pengunjung dibawa kedalam suasana alam yang sulit untuk ditemui saat ini, apalagi dengan rutinitas suasana kota sangat kompleks, suasana obyek wisata KPH Sukabumi sangat cocok untuk menghilangkan stress dan untuk wisata keluarga, sangat baik untuk memberikan pelajaran tentang alam dan kehidupan. terletak 15 Km ke arah utara kota Sukabumi di kaki gunung Gede dengan suhu berkisar 18-20oC dengan kelembaban rata-rata 17 %. Dengan area camping ground yang cukup luas, Wana Wisata Cipelang sangat cocok untuk kegiatan perkemahan untuk pelajar dan umum.

Wisata Gua Buniayu

            Gua Buniayu adalah gua alam yang terbentuk akibat pelarutan dan pengikisan air hutan terhadap lapisan batugamping di kawasan perbukitan yang terjadi selama ribuan tahun. Wana wisata ini terletak di Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi ke arah Sagaranten, dengan suhu udara berkisar 20-28oC dengan curah hujan rata-rata 3.750 mm.

            Sukabumi dengan kekayaan obyek wisatanya, selalu menjadi daya tarik pengunjung. Sebenarnya masih banyak lagi obyek wisata lain yang menarik untuk dikunjungi. Wisatawan tinggal menentukan sendiri obyek wisata apa saja yang layak untuk dikunjungi.

Minggu, 14 April 2013

Sejuknya Danau Ranau, BANDAR LAMPUNG


Ranau adalah danau vulkanik  yang dikelilingi Gunung Seminung. Terletak antara dua Propinsi : Lampung dan Sumatera Selatan. Separuh berada di Kecamatan Lombok dan Sukau –Lampung Barat dan separuh lagi di Ogan Komaring Ulu - Palembang. Sekilas tampak terpencil. Terlihat dari peta Google yang untuk sampai ke tempat ini kita perlu melintas pebukitan, pohon rimbun dengan jalan berliku. Namun jangan tertipu oleh pemandangan dari atas karena akses menuju Ranau relatih mudah dengan kondisi jalan mulus.

            Dari Bandar Lampung kami melalui rute Gunung Sugih, Banjit, Batu Brak,  akhirnya Sukau. Pemilihan rute ini atas nasihat Mas Yopie seorang penggiat wisata Lampung. Walau ingin sedikit bertualang namun keselamatan tetap utama. Mas Yopie mengatakan jalan ke sana aman dan butuh waktu sekitar 6 jam kalau berkendera dengan kecepatan sedang. Malah seorang warga Liwa – jalur yang mesti dilewati– meyakinkan bahwa dia sering pulang kampung malam hari dengan sepeda motor.

            Walau jalan sepi dan bagus namun harus tetap hati-hati. Jangan tergoda memacu kendaraan lebih dari 60 KM/jam. Badan jalan cuma pas untuk dua mobil dan bentuknya berlekuk seperti mie keriting. Bahkan di beberapa tempat ada belokan sangat tajam. Maklum kita kan sedang melintasi punggung Bukit Barisan. Belum lagi jurang di tepi. Walau tersamar semak belukar mengintip sedikit ke bawah sudah bertemu mulut raksasa yang sedang mengaga. Belum lagi dinding granit dan tanah merah dari badan gunung yang siap menyapa di sana-sini.

            Masuk kawasan Bukit Kemuning-Liwa yang di mulai dari Abung Barat, meluncur terus sampai Mura Dua, Sumber Jaya dan Sukau hanya bertemu hutan dan hutan. Cuma sesekali terlihat satu atau dua rumah. Saya sering membuka kaca mobil untuk mendengar suara-suara dari balik rimbun pepohonan. Dada begitu nyaman saat angin membawa kelebatan aroma tanah dan tumbuhan. Terlihat juga monyet-monyet becengkerama dan menyusui anak di ranting. Selebihnya hanya kesunyian dan suara mesin mobil. Ada sesekali berpapasan dengan bus dan kendaraan pengangkut hasil pertanian dari pedalaman sehingga tidak merasa tidak begitu terasing.






             Tapi perjalanan dari Bandar Lampung menuju Danau Ranau tidak selalu menembus hutan. Menjelang sore kami melewati kampung dengan sawah berpetak teratur seperti dibuat dengan penggarisan. Pohon kelapa tumbuh di pematangnya. Cahaya tembaga yang jatuh membuat pemandangan seperti keluar dari lukisan. Mengingatkan saya pada pelajaran seni lukis di SD dulu yang komposisinya terdiri gunung, sawah dan pohon kelapa. Tambah eksotis saat berpadu dengan rumah panggung kayu yang berjejer di keheningan. Di beranda tampak ibu dan anak-anak lenggahan memandang jalan menunggu Magrib tiba.


            pukul lima  kami sampai dan perjalanan langsung terbayar lunas. Walau pakai acara nyasar ke Kota Batue, akhirnya Pak Sato tersenyum menyambut di pelataran Wisma Satria. Jangan berharap menemukan hotel mewah seperti di Bedugul disini. Sekedar penginapan sederhana, rumah penduduk yang dijadikan homestay seperti rumah Pak Sato jumlahnya cukup banyak. Ada juga juga yang di kelola Dinas Perikanan Lampung Barat dan satu lagi Hotel Seminung.

            Walau akses jalan relatif mudah, mungkin karena jauh atau kurang fasilitas, tampaknya wisata Danau Ranau belum banyak peminat. Terbukti sore itu satu-satunya pengunjung di tepi Ranau hanya keluarga saya. Begitu pula saat memesan ikan nila bakar di Gayun Lesehan, sejauh mata memandang hanya ada kerlip lampu dari jukung dan perahu nelayan di tengah danau. Tapi syahdunya jangan di kata lagi. Anak-anak saya yang biasanya berisik duduk membisu sambil sesekali mengarahkan camera HP ke tengah danau. Kami berempat cuma sibuk memaknai panorama alam itu dalam pikiran masing-masing.


WISATA BERSAMA TEMAN-TEMAN DI KEBUN APEL



         Malang terkenal dengan sebutan kota apel. Salah satu objek wisata kebun apel terletak di bukit Panderman Batu yang berjarak sekitar 20km dari Malang. bila memasuki kota Batu di alun-alun ada sebuah apel raksasa terpampang di sebuah taman bundar sebagai simbol kota Malang

            Pada kesempatan ini, saya bersama teman teman SMAN 89 pergi ke Jawa Timur,tidak lupa juga kami menuju ke kota Malang ini dalam acara study tour kelas 8. Disana kami pergi ke sebuah kebun apel milik bapak Martono. Kebun ini sudah ada sejak 2008/2009 ,ya sekarang pastinya sudah 3-4 tahunan. Kebun apel milik bapak sudarmo ini luasnya kurang lebih 1ha.Ya mungkin luas kebun 1ha disana termasuk ukuran kecil, karena di wisata kebun kebun apel lainnya rata rata mempunyai luas sekitar 5-10 ha. Di sana udara nya sangat sejuk, maka dari itu apel disana dapat berkembang dengan sangat cepat dan sangat baik.

            Apel malang mempunyai ciri khas khusus yaitu dapat bertahan hingga 1 bulan. Dan jika di letakan di tempat yang sejuk, maka kandungan air yang ada di dalam air semakin bertambah dan pastinya akan lebih segar .Tidak hanya itu, apel malang walaupun ukurannya masih kecil ,namun rasanya sudah enak sekali, manis,dan tentunya segar .Tidak lupa juga kami membeli apel malang, harganya Rp.10.000,00,. / kg . Di kebun apel kita bisa memetik dan memakan apel sepuasnya, tetapi tidak boleh dibawa pulang. Kalau mau dibawa pulang kita harus membelinya sesuai dengan harga yang telah ditentukan. Dan ternyata apel yang kami beli itu jenisnya apel Manalagi,rasanya manis.
Ternyata apel malang itu ada 3 jenis, yaitu :


·          Apel Rome Beauty
Berwarna dominan merah sedikit warna kuning hujau buahnya bulat, rasanya asam manis dan daging buah agak keras.

·         Apel Ana
Apel Ana buahnya lonjong berwarna merah hijau kuning, rasanya asam dengan daging buah renyah

·         Apel Manalagi.
Apel Manalagi berwarna hijau kekuningan, buahnya bulat, berasa manis, dagingnya keras namun garing.



DJOGJAKARTA: pantai goa cemara


              Menikmati wisata di Yogya seperti tidak habis-habisnya, tiga hari pun terasa kurang hingga nambah seminggu masih kurang juga. Bagi mereka yang suka jalan-jalan wisata di Yogya merupakan pilihan yang tepat, karena begitu banyak pilihan dari wisata gunung, wisata budaya, wisata kuliner, wisata bencana (bekas terjadinya bencana) dan wisata pantai.

            Di Yogya banyak banget pantai, mungkin yang paling terkenal adalah pantai Parangtritis. Tetapi sebetulnya dari segi geografis wilayah Yogyakarta bagian selatan seluruhnya dibatasi oleh pantai selatan yang memanjang dari wilayah Kulon Progo, Bantul sampai dengan Gunung Kidul. Dan kali ini yang akan saya bahas adalah pantai Goa Cemara, pantai ini terletak di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Pantai ini memang masih tergolong baru dan masih banyak yang belum mengetahui tempat ini.

              Pantai ini berada di sebelah barat Pantai Pandansari yang masih berderetan dengan Pantai Samas dan berada disebelah timur Pantai Kwaru. Di sepanjang pantai ini di tumbuhi cemara udang yang rimbun, yang tajuknya saling bergandengan membentuk atap layaknya gua. Nama Goa Cemara memang berasal dari Goa yang terbentuk dari rerimbunan pepohonan cemara udang yang tertanam rapi di sepanjang pinggir pantai kawasan Dusun Patehan Gadingsari Bantul Yogyakarta. Tidak kurang dari 7000 pohon cemara udang memenuhi lahan seluas 20 hektar di pinggir pantai. Karena jarak yang dekat dan saling bertubrukan antara dahan yang satu dan lainnya, maka yang terlihat adalah seperti memasuki suatu gua ketika kita berkunjung ke tempat ini.

            Tahun 2001 menjadi awal mula terbentuknya hutan cemara udang ini yang berasal dari ide kreatif warga sekitar yang tergabung dalam Kelompok Tani Raharjo Dusun Patehan untuk memanfaatkan lahan kosong di kawasan pantai. Tidak dinyana, kini hutan cemara pun terbentuk dengan indahnya. Ide pun berlanjut untuk kemudian menjadikannya sebagai kawasan objek wisata dengan pesona keindahan di dalamnya. ide awal dari masyarakat sekitar sebetulnya sangat sederhana, yakni bagaimana caranya membuat pemecah angin atau win barrier yang bertiup kencang dari arah laut maupun dari arah darat untuk mencegah pengikisan Gosong (gumuk pasir )yang ada. Solusinya antara lain dengan menanam cemara udang yang memiliki karakter mampu menahan angin agar gumuk pasir yang ada tidak hilang atau terkikis angin, maka jadilah keindahan alam yang sungguh enak untuk dinikmati. Banyak pasangan muda-mudi terlihat mendominasi pengunjung di pantai Goa Cemara ini, mereka terlihat sangat menikmati semilirnya angin laut di bawah rerimbunan pohon cemara yang menambah suasana romantic yang tidak akan terlupakan.


Senin, 08 April 2013

wisata alam gunung rinjani


Gunung Rinjani sebagai salah satu wisata alam yang menyajikan keasrian panorama alam pada Pulau Lombok. Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi ke-2 di Indonesia, dengan ketinggiannya mencapai 3.726 mdpl. Sangat banyak wisatawan asing / lokal yang menjadikan Gunung Rinjani sebagai tempat favorit mereka, sebab keasrian pemandangan yang dapat rasakan melalui puncaknya.

            
            Gunung Rinjani yaitu sesi dari tempat Taman Nasional Gunung Rinjani yang menjadi perwakilan untuk tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah sampai tinggi, serta padang savanna pada Nusa Tenggara. Demi ke menuju Gunung Rinjani anda mampu menyewa mobil melalui pusat kota Mataram ke Desa Sembalun atau Desa Senaru.

            Gunung Rinjani mempunyai pemandangan yang paling bagus seumpamanya dibedakan dengan gunung-gunung yang ada dalam Indonesia. Setiap tahun antara bulan Juni hingga Agustus, Gunung Rinjani selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan asing / lokal berasal dari bermacam tempat pada Indonesia hingga mancanegara. Rombongan mahasiswa penggemar alam serta sering melakukan tracking sekaligus diklat anggota baru di Gunung Rinjani tersebut.

            Temperatur udara pada Gunung Rinjani rata-rata sampai 20 derajat celcius, dan temperatur yang rendah sampai dua belas derajat celcius. Dalam bulan Agustus sering kejadian angin besar dalam puncaknya, pada akhirnya diharuskan waspada jika melakukan pendakian sekitar bulan itu. Selain puncak Gunung Rinjani yang menyajikan keindahan panorama alam melalui ketinggian, spot lain yang patut didatangi adalah Segara Anak. Sebuah danau yang mengagumkan yang berada pada ketinggian dua.000 mdpl. Jalur pendakian untuk sampai Segara Anak mempunyai dua pintu datang dekat yang dapat dicapai melalui Desa Sembalun Lawang atau Desa Senaru dengan mempunyai ketinggian 1.150 mdpl juga 600 mdpl.

            Segara Anak tersebut sering dimanfaatkan oleh segala pendaki untuk mendirikan tenda juga istirahat sebelum melakukan perjalanan ke puncak Gunung Rinjani. Untuk mencapai puncak Gunung Rinjani mesti berulang mendaki dinding barat Gunung Rinjani yang memiliki ketinggian sampai 700 meter, lalu dan dengan naik gunung punggungan setinggi 1000 meter. Perjalanan menuju puncak ini diwajibkan berhadapan melalui dua cara, yang menghabiskan keadaan sampai tiga serta empat jam. Untuk tahap semula tracking menuju Plawangan Sembalun, adalah camping ground terakhir sebelum sampai pada puncak. Biasanya semua pendaki melakukan pendakian ter menuju puncak atau sering dimaksud dengan summit attack sejak pukul tiga dini hari demi mengejar kesempatan untuk dapat menikmati kemegahan matahari terbit melalui puncak Gunung Rinjani.

Pantai malimbu Lombok utara


           Pantai Malimbu adalah sebuah objek wisata pantai yang ada di Pulau Lombok tepatnya di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Kota Mataram dan dapat ditempuh dengan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Pantai Malimbu ini memang tidak mempunyai pasir putih seperti di Pantai Mawun dan juga tidak berbutir merica seperti yang terdapat di Pantai Kuta, hanya pasir pantai biasa. Namun keindahan Pantai Malimbu bukan dari pasir pantainya, tetapi dari pemandangan alam disekitar pantainya yang luar biasa.

Pantai Malimbu ini menawarkaan keindahan panorama pantai yang diapit oleh dua bukit dengan latar belakang bukit yang masih hijau. Warna air yang jernih dan biru, pasir kecoklatan dengan latar belakang hijau dari perbukitan yang ada di sekitarnya membentuk perpaduan yang harmonis. Letak Pantai Malimbu ini tidak terlalu jauh dari objek wisata pantai yang sudah sangat terkenal baik di Indonesia maupun mancanegara, yaitu Pantai Senggigi. Jarak yang harus ditempuh untuk menuju Pantai Malimbu dari Pantai Senggigi hanya sekitar 7 km.

            Karena bentuk pantainya yang berupa sebuah teluk dengan batuan karang di sekitarnya, air di Pantai Malimbu ini juga lebih tenang dan tidak terlalu berombak. Sehingga banyak wisatawan yang menggunakan Pantai Malimbu sebagai tempat berenang bersama dengan keluarga. Terutama saat masa liburan tiba, pantai ini selalu dipadati pengunjung yang ingin merasakan kesegaran air lautnya yang jernih.

            Aktifitas yang bisa dilakukan di Pantai Malimbu tidak hanya berenang atau bermain air dan pasir di tepi pantai. Di Pantai Malimbu ini terdapat jasa penyewaan kano yang bisa dipakai oleh pengunjung untuk berperahu di laut. Harga sewanya juga cukup murah, hanya Rp 10.000 untuk menyewa kano dan bisa dipakai sepuasnya. Sedangkan untuk bermain air wisatawan juga bisa menyewa ban sebagai pelampung dengan harga Rp 5.000. Setelah puas bermain air, pengunjung juga langsung bilas dan berganti pakaian di tempat yang telah disediakan. Bebatuan karang yang terdapat di sekitar Pantai Malimbu juga sering dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mencari hewan laut seperti keong dan kepiting kecil. Selain itu batuan karang ini juga menjadi pilihan dari banyak pengunjung untuk melakukan foto-foto.

Desiran ombak di pantai senggigi, LOMBOK


Mengunjungi Senggigi di Pulau Lombok mungkin perlu dijadikan agenda wisata tersendiri bagi wisatawan yang menyukai keindahan dan kesejukan alam. Bayangkan saja, saat memasuki kawasan pantai, wisatawan dengan segera akan tersapu-lembut oleh semilir angin yang berhembus di sepanjang gugusan pantai di Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat ini. Suasana segar, nyaman, dan indah seolah menyapa wisatawan di awal kunjungannya. Saat telah berada di pinggir pantai, mata para wisatawan akan disuguhi oleh eksotisme pantai berlatar pesona ombak yang saling berkejaran, pasir putih yang menghampar, dan ribuan binatang kecil yang menyebar di hamparan pasirnya, serta lanskap Gunung Agung di pulau seberangnya (Pulau Bali).

            Senggigi memang menawarkan pesona pantai yang khas. Suasana alami yang belum banyak dijejali oleh turis asing, seolah menjadi penanda beda pantai ini dengan pantai-pantai di Bali. Ini tentu memberi nuansa tersendiri bagi para pengunjung. Tak aneh, pantai ini kini dijadikan tujuan alternatif baru para wisatawan yang merindukan suasana kesenyapan alami yang menentramkan.

            Ada banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan pengunjung di pantai ini, seperti berenang, bermain air, menyelam, snorkeling, berjemur, dan bermain–main membuat istana pasir. Jika mentari sore telah mulai meredup, wisatawan dapat juga meluangkan waktunya untuk sekedar berjalan santai dengan bertelanjang kaki menelusuri pinggir pantai, duduk di hamparan pasir dengan mangamati biru-hijau air laut, atau bersantai di gerai hotel pinggir pantai sembari menunggu sunset tiba. Bagi pengunjung yang ingin berenang atau sekedar bermain air, disarankan untuk lebih berhati-hati, karena di pinggir pantai banyak terdapat karang-karang runcing yang cukup membahayakan kaki.

            Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Senggigi, sempatkanlah mengamati Pura Batu Bolong. Saat berjalan menyusuri pinggir Pantai Senggigi, kurang lebih sekitar setengah jam, wisatawan akan menemukan sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di pinggir pantai. Pura inilah yang oleh masyarakat sekitar diberi nama Pura Batu Bolong. Menurut legenda setempat, dahulu kala di pura ini sering diadakan pengorbanan seorang perawan, sebagai sajian makanan untuk Ikan Hiu yang tinggal di pantai. Legenda lain mengatakan, pura ini juga merupakan tempat para wanita menerjunkan dirinya ke laut karena patah hati.

            Hal lain yang menarik untuk dilakukan adalah menyusuri Senggigi pada malam hari, khususnya saat purnama tiba. Pengunjung akan menemui banyak orang/warga sekitar yang memanfaatkan hangatnya pasir Senggigi untuk terapi kesehatan. Mereka mengubur sebagian atau seluruh tubuh sampai leher selama 2—3 jam, sembari mendengarkan deburan ombak yang memecah kesunyian. Terapi ini diyakini masyarakat sekitar dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti pegel linu hingga kelumpuhan. Jika tertarik dengan aktivitas ini, wisatawan dapat ikut bergabung dan mencobanya.