Pages

Rabu, 03 April 2013

Wisata kawah putih ciwidey BANDUNG


Bau belerang yang berasal dari Kawah Putih Ciwidey sudah tercium begitu ontang – anting yang saya tumpangi sampai di dekat kawah. Ini akan menjadi pengalaman pertama saya berada begitu dekat dengan kawah gunung. Apalagi kawah ini cukup spesial, yaitu sisa dari letusan Gunung Patuha Beberapa abad lalu.

Kawah Putih Ciwidey yang berada di ketinggian 2430 Mdpl ini, mulaui dibuka untuk publik pada tahun 1987. Dulu sebelum kawah ini ditemukan oleh seorang ahli botani dari Belanda, Masyarakat setempat sempat menganggap kawasan Kawah Putih Ciwidey ini sebagai daerah yang angker, dan tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon setiap burung yang terbang melintas diatas Kawah Putih Ciwidey akan langsung mati begitu saja.

Bau belerang yang begitu pekat-lah yang membuat Kawah Putih Ciwidey terkesan begitu angker. Bahkan ketika kesana,  saya tidak melihat satupun burung atau binatang yang berada di dekat kawah. Untuk manusia sekalipun, tidak direkomendasikan untuk berlama lama di tempat ini, dan lebih baik menggunakan masker untuk mengurangi udara berbau belerang yang terhirup. Jika tidak membawa masker sendiri, di parkiran banyak penjual masker yang menjual maskernya dengan harga Rp. 5000 sebuahnya. Sedikit lebih mahal, tapi buat yang kepepet karena tidak bawa, apa boleh buat! Hahaa!

Pun begitu, Kawah Putih Ciwidey ini terlihat selalu ramai, beberapa bus besar terparkir dengan rapi diparkiran, tentunya bus tadi pasti membawa puluhan penumpang kan? Saya sendiri datang ke Kawah Putih Ciwidey dengan menggunakan mobil pinjeman, selain karena hanya berdua, dengan naik mobil, saya bisa sering berhenti untuk menikmati pemandangan cakep di sepanjang perjalanan menuju tempat ini.

Rencana awal ingin menggunakan sepeda motor hingga menuju dekat kawah, ternyata saya baru tahu kalau sekarang sepeda motor tidak boleh mendekat ke Kawah Putih Ciwidey. Sepeda motor harus parkir di parkiran bawah, dan melanjutkan perjalanan sampai ke Kawah dengan menggunakan transportasi yang disebut ontang – anting. Nah! yang namanya ontang – anting ini sebenarnya lebih mirip angkot yang telah dimodifikasi agar bisa menjejalkan 11 penumpang termasuk sang sopir ke dalamnya. Dengan tarif Rp. 10.000 ontang – anting akan mengantarkan para penumpang yang berjejalan sampai ke dekat Kawah Putih Ciwidey.

Sebenarnya saya sedikit kecewa karena sepeda motor tidak bisa mendekat ke Kawah, karena sepanjang perjalanan terlihat begitu adem dan pas buat ber-romantis ria ataupun berfoto – foto. Berlokasi pada ketinggian lebih dari 2400 Mdpl memang membuat suhu udara  kawasan kawah putih selalu berada di kisaran 10 derajat celcius. Di pikiran saya, naik sepeda motor hingga ke dekat kawah pada kondisi suhu udara seperti itu akan terasa lebih menyenangkan, atau jika ada yang menyewakan sepeda gunung untuk menuju kawasan kawah, saya pasti mau menyewa. Sekalian berolah raga gitu. Yah, tapi mau gimana lagi, karena memang dipaksa untuk naik ontang – anting , untungnya pembayaran tiket ontang – anting jadi satu di loket pembelian tiket masuk, jadi tidak perlu ribet lagi 



Memasuki area kawah, hutan kecil pohon Cantigi ( Vaccinium varingiaefolium ) banyak terlihat bertebaran. Pohon ini tersebar disekeliling kawah, seakan menjadi aksesoris tambahan yang mempercantik kawasan Kawah Putih Ciwidey. Katanya, dulu di tempat ini juga, pernah digunakan untuk pengambilan gambar film yang berjudul Heart.

Saking penasarannya sama hutan kecil tadi, si pacar mengajak saya untuk sedikit trekking ringan menuju hutan. Dan… sedikit seram ternyata, karena memang jarang yang nekat trekking ke area hutan. Sebagian besar pengunjung area ini lebih asik berfoto – foto di area kawah. Untuk catatan saja jika ingin sedikittrekking menuju kehutan, pastikan menggunakan alas kaki yang berdaya cengkram kuat. Soalnya jalannya cenderung licin, apalagi musim hujan.

Tidak hanya sekedar foto untuk dokumentasi pribadi saja, warna kawah yang unik, yaitu hijau keputih -putihan, membuat tempat ini cakep sekali untuk di gunakan sebagai tempat foto pre-wedding. Bayangkan uniknya hasil foto pre-wedding di kawah yang masih aktif dengan latar belakang asap kawah yang mengepul. Terdengar menarik bukan? Tentu saja, tapi tidak gratis lho. Jika ingin foto pre-wedding di Kawah Putih Ciwidey, akan ditarik retribusi sebesar Rp. 350.000. Tidak terlalu mahal untuk momen besar sekali seumur hidup.

Nah? tertarik untuk mengeksplore romanticly dangerous si Kawah Putih Ciwidey ini? hanya berjarak 50 Km dan dengan waktu tempuh satu sampai dua jam dari Bandung lho.

Wisata Sejarah: ALUN-ALUN Jogjakarta


     

         Alun-alun Kidul, atau biasa disingkat Alkid merupakan tanah lapang dibelakang kompleks kraton. Sesuai namanya, Alkid berada di sisi paling selatan kompleks kraton Ngayogyakarta. Alkid masuk dalam kecamatan Keraton, kota Yogyakarta. Seperti alun-alun pada umumnya, Alkid berada di pusat kota. Jaraknya hanya 1 km dari kilometer nol Yogyakarta. Dari Malioboro dengan andong atau becak, Alkid dapat dicapai dalam lima belas menit saja. Dengan menggunakan bus umum, Alkid dapat diakses melalui jalur 5 dan turun di Plengkung Gading.

Bukan hanya kegiatan resmi kerajaan, kegiatan masyarakat sehari-hari dapat dilakukan di Alkid. Keterbukaan Alkid ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar. Pada hari libur di Alkid banyak dijumpai masyarakat sekitar yang berolahraga, berdagang, dan bertamasya.

Disimbolkan dengan gajah yang memiliki watak tenang, Alkid merupakan penyeimbang Alun-Alun Utara yang cenderung ribut. Karenanya, Alkid dianggap tempat palereman (istirahat) para Dewa. Kini Alkid sudah menjadi tempat ngleremke ati (menenangkan hati) bagi banyak orang. Dulu Alkid digunakan sebagai tempat untuk latihan ketangkasan prajurit kraton. Seperti ketangkasan berkuda (setonan), lomba memanah sambil bersila (manahan), dan adu harimau (rampok harimau).

Sejarah Alkid tak pernah lepas dari beringin kembar yang tumbuh di tengah alun-alun. Dulu para prajurit sering mengadakan latihan konsentrasi dengan berjalan diantara dua beringin. Tradisi yang kini disebut masangin ini kemudian banyak ditiru orang-orang dan membuat Alkid semakin populer. Dalam upacara kerajaan, tradisi masangin ini dilakukan setelah topo bisu yang diadakan setiap malam  1 Suro. Ritual ini dilakukan demi ngalap berkah dan memohon keselamatan Kraton. Berkembang mitos dalam masyarakat lokal bahwa siapa yang dapat melewati dua pohon beringin dengan mata tertutup maka orang tersebut akan tercapai cita-cita nya. Hasilnya, banyak orang penasaran dan datang ke Alkid untuk menjajal masangin untuk membuktikan mitos tersebut.

Setiap Minggu Alkid tak pernah sepi dari pengunjung yang kebanyakan keluarga. Ini karena di Alkid tersedia berbagai wahana bermain anak, seperti odong-odong, kereta kambing, mobil remote, andong, becak kecil, mandi bola, dan kereta putar. Ongkos satu jenis permainan sekitar Rp 3000,- sampai Rp 6000,-. Pada hari-hari lain Alkid juga tak kalah sepi dengan hari Minggu. Keramaian biasanya dimulai sejak pukul 17.00 WIB. Para penjaja wedang ronde, wedang bajigur, roti dan jagung bakar, dan tempura mulai menyiapkan lapak-lapaknya. Yang tampil paling heboh adalah jasa sewa sepeda tandem dan mobil kayuh. Sepeda tandem dan mobil kayuh yang siap disewakan itu dipasangi lampu warna-warni sehingga terlihat cantik di malam hari.

Tempat destinasi berbulan madu "PULAU TIDUNG"




        Pulau Tidung merupakan salah satu gugusan Pulau Wisata Bahari yang terletak di Kepulauan Seribu Jakarta, karena keindahan alam bawa lautnya serta keramahan penduduknya menjasikan pulau ini banyak dikujungi wisatawan lokal maupun asing.

         Letaknya yang setrategis deket dengan Jakarta ( 2 jam perjalanan dari pelabuhan Muara Angke ) para wisatawan tidak perlu banyak waktu untuk menikmati keindahan alam bawah laut yang eksotis.


Dengan panorama gugusan pantai dan pasir putih yang eksotis pulau tidung tidak kalah dengan pantai sanur bali, akses yang mudah dijangkau dan pemandangan bawah laut yang memanjakan mata dijamin pulau ini menjadi tempat destinasi pilihan untuk berwisata ataupun berbulan madu owhhh 

Indahnya pantai sanur Bali








Pantai Sanur merupakan pantai wisata yang terkenal yang berada di pulau Bali selain pantai kuta dan pantai yang lain. Pantai ini pasti menjadi tujuan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali. Pantai Sanur terkenal dengan suasana pantai ketika matahari terbit. Tapi ketika saya kesana datangnya agak siang jadi tidak bisa menikmati matahari terbit. Pantai Sanur juga terkenal dengan pantai pasir putihnya.

Tidak semua tempat pantai bisa dinikmati di sanur Bali. Beberapa tempat pantai menjadi hak miliknya hotel hotel yang ada disitu. Namun kita masih bisa menikmati pantai ini. Untuk tiket masuk ke pantai gratis. tinggal datang ke situ.

Di Pantai ini juga terdapat perahu perahu wisata yang bisa mengantarkan ke penangkaran rumput laut. Selain itu ombaknya bagus untuk ajang surfing. Pantas saja banyak persewaan papan seluncur air ini yang ada di pantai Sanur.

Minggu, 31 Maret 2013

Wisata Pantai Carita





            Pantai Carita adalah salah satu objek wisata yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang Banten, Merupakan salah pantai unggulan yang direkomendasikan untuk berlibur. Disini anda dapat menyaksikan berbagai fenomena alam seperti matahari terbit dan matahari terbenam. Deburan ombak serta hamparan pasir putih yang mengelilingi Pantai Carita menambah nilai eksotik anda dalam mengagumi indahnya pantai Carita. Lembayan pohon yang ada di sekeliling pantai seakan tidak pernah lepas dan akan menjadi kenangan indah bagi anda jika berkunjung ke Pantai Carita.

            Banyak fasilitas yang bisa anda dapatkan di Pantai Carita, antara lain penyewaan Jet Sky dan Banana Boat untuk mengelilingi laut serta menyewakan Boogie / Papan selancar, memancing dengan harga yang relatif terjangkau.

            Fasilitas lain yang ada di pantai carita adalah penyewaan penginapan untuk bermalam seperti Kondominium Lippo Carita / Carita bay Resort atau juga sering di sebut Hotel Lippo Carita, Hotel Wira Carita, Cottage Mutiara Carita, DesianaCottages, Krakatau Surf, Sunset View Hotel, Rakata Hotel yang begitu nyaman dengan view pantai dan fasilitasnya.

            Untuk menempuh perjalanan dari jakarta ke Pantai Carita memerlukan waktu 2,5 jam, membuat anda yang ingin berkunjung tidak akan merasakan terlalu jauhnya perjalanan menuju ke Pantai Carita. Dan apabila telah sampai ke Pantai Carita anda akan melihat hamparan pantai berpasir putih yang sangat luas sehingga melupakan sejenak kepenataan kota, pemandangan Pantai Anyer Carita memang sangat indah berbagai fenomena alam Pantai Carita dapat anda saksikan dari sini seperti matahari terbenam, Gunung Krakatau dan di iringi suara deburan ombak sambil menikmati hembusan angin laut.berlibur ke Pantai Carita merupakan liburan yang paling mengasikan yang dapat dilakukan pada akhir pekan dan anda dapat mandi di pantai sepuasnya.

            Pantai carita juga salah satu tujuan wisata favorit dunia, dengan pesona keindahan Anak Gunung Krakatau yang terkenal, telah menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang akan melakukan liburan. Sebagai salah satu tempat wisata favorit maka Pantai Carita telah melengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana wisata yang dapat membantu para wisatawan dalam memenuhi segala keperluan mereka selama liburan di Pantai Anyer Carita.  Salah satu keperluan yang paling vital bagi para wisatawan adalah kebutkan akan sarana Akomodasi  yang nyaman dan memadai

Jumat, 29 Maret 2013

The Colourful Lake DIeng








Hidden among the rows of hills at an altitude of more than 2000 meters above sea level does not make Telaga Warna (the Colorful Lake) lack of visitors. Its beauty and mystery always attract anyone who visits Dieng. Entering through the main gate, YogYES was greeted by a path that has been slicked up by the paving blocks with dense forest on either side. Culminate in a T-junction, Color Lake outspread ahead. Greenish water looked calm, no ripples at all. The sound of the wild birds chirped and the thick forest which is wild maintained present a reassuring atmosphere of peace.
Followed a road that branched off to the right, YogYES found another intersection. Paving road towards Semar Cave and a muddy trail. Driven by a curiosity, we took a dirt road trail straight ahead. Jumped on the slippery ground formed by the rain on the previous night, we fought hard to avoid the mudded ground. And suddenly a broad meadow emerged, reminiscent to the movie Little House on the Prairie. Although we were a little in doubt, we kept on walking. Voila, suddenly another lake appeared in front of us. The water was very clear that reflected whatever image was on top of it. Well, it felt like in a different place. Paving road was somewhere out there, meadow was on the other side, and tall trees were all around.
Although we were fascinated by the beauty of this crystal clear lake, but the desire to explore Telaga Warna finally brought YogYES back to the first lake. This time the exploration carried out by following the road that leads to the left. In some places the surface seemed bubbly and pulled out the small bubbles. It caused by the sulfur that contained in the water. Unfortunately, as far as we could see, the entire surface was remained green without a touch of other colors.

Apparently there is a trick to enjoy the beauty of this lake. At the back door, there is a trail uphill towards one of the hills that enclose the lake. This dirt road is very narrow, just enough to pass one person. The climb is not so steep, but slippery enough considering Dieng area frequently hit by rain. After a few hundred meters climbing, we reached the top of the hill which surrounded by the views that would make anyone spellbound. Down below, outspread a beautiful lake surrounded by thick forest with beautiful purple color of water on the edge, shaded in green in towards the middle, and pale green in the center of the lake. On the other side, a narrow meadow separated it from another lake called Telaga Pengilon or lake which reflected like a mirror. Further ahead, Mountain Prau and Mountain Pakuwaja rows in circle, formed as if to protect these two beautiful lakes from anyone who wants to damage it.

Jumat, 15 Maret 2013

2. Jelaskan mengapa pariwisata penting dalam kehidupan manusia saat ini?

  Pariwisata adalah fenomena kemasyarakatan yang menyangkut manusia, masyarakat, kelompok, organisasi, kebudayaan dan lain sebagainya. Menurut Cohen dalam Pitana (2008) menyatakan bahwa sosiologi pariwisata adalah cabang keahlian yang memusatkan perhatian kepada motivasi turistik, peraturan-peraturan, hubungan, dan institusi dan akibatnya pada wisatawan dan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan wisatawan tersebut karena pariwisata menyangkut manusia dan masyarakat, maka pariwisata sangat sesuai untuk dijadikan objek dari sosiologi. Berkembanglah kemudian kajian-kajian sosiologi tentang pariwisata yang lebih lanjut menjadi cabang sosiologi tersendiri yang disebut sosiologi pariwisata. Secara singkat (Pitana, 2008) menyatakan bahwa sosiologi pariwisata adalah cabang dari sosiologi yang mengkaji masalah-masalah kepariwisataan dalam berbagai aspeknya. Dapat juga dikatakan bahwa sosiologi pariwisata adalah kajian tentang kepariwisataan dengan menggunakan perspektif sosiologi, yaitu penerapan prinsip, konsep, hukum, paradigma dan metode sosiologi di dalam mengkaji masyarakat dan fenomena pariwisata, untuk selanjutnya berusaha mengembangkan abstraksi-abstraksi yang mengarah kepada pengembangan teori.


Analisis sosiologis terhadap pariwisata sangat penting dilakukan, karena :


1.   Pariwisata telah menjadi aktivitas sosial ekonomi dominan dewasa ini, bahkan disebut-sebut sebagai industri terbesar sejak akhir abad 20, yang juga menyangkut pergerakan barang, jasa dan manusia dalam skala terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah manusia.

2. Pariwisata bukanlah suatu kegiatan yang beroprasi dalam ruang hampa. Pariwisata sangat terkait dengan masalah sosial, politik, ekonomi, keamanan, ketertiban, keramah-tamahan, kebudayaan, kesehatan, termasuk berbagai institusi sosial yang  bersifat sangat dinamis, sehingga setiap saat memerlukan analisis atau kajian yang lebih tajam. Sebagai suatu aktivitas dinamis, pariwisata memerlukan kajian terus menerus (termasuk dari aspek sosial budaya), yang juga harus dinamis, sehingga pembangunan pariwisata bisa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, khususnya masyarakat lokal


4. Pariwisata tidaklah eksklusif, dalam arti bahwa pariwisata bukan saja menyangkut bangsa tertentu, melainkan juga dilakukan oleh hampir semua ras, etnik dan bangsa, sehingga pemahaman aspek-aspek sosial budaya sangat penting.


5.   Pariwisata selalu mempertemukan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda, yang mempunyai perbedaan dalam norma, nilai, kepercayaan, kebiasaan dan sebagainya. Pertemuan manusia atau masyarakat dengan latar belakang sosial-budaya yang berbeda akan menghasilkan berbagai proses akulturasi, dominasi, asimilasi, adopsi, adaptasi, dalam kaitan hubungan antar budaya yang tentunya merupakan salah satu isu sentral dalam sosiologi.

6. Dewasa ini pariwisata sudah hampir menyentuh semua masyarakat dunia, sampai kepada masyarakat-masyarakat terpencil. Pariwisata sudah terbukti menjadi salah satu primeover dalam perubahan sosial budaya, sedangkan perubahan sosial budaya merupakan aspek kemasyarakatan yang menjadi salah satu fokus kajian sosiologi.


7.   Berkembangnya berbagai lembaga, baik ditingkat lokal, regional, ataupun internasional, yang terkait dalam pariwisata, juga merupakan salah satu perhatian dalam sosiologi, sebagaimana sebelumnya sosiologi telah membahas berbagai aspek modernisasi dan dependensi dari hubungan antar negara.